Variabel Laten dan Variabel Terobservasi

Halo guys, kali ini kita akan membahas tentang Variabel Laten dan Variabel Terobservasi dalam Penelitian Manajemen.

Dalam penelitian sosial, seperti penelitian manajemen, peneliti mungkin saja ingin mempelajari konstruk-konstruk teoretikal yang tidak dapat diamati secara langsung seperti misalnya peneliti ingin memahami makna dari motivasi atau semangat kerja atau pola kerja cerdas (smart working together). Tentu saja konstruk seperti ini tidak dengan mudah dapat segera diamati sebab ia merupakan fenomena abstrak. Fenomena-fenomena ini disebut sebagai variabel laten atau faktor.

Karena variabel laten tidak mudah atau tidak serta-merta dapat dilihat maka ia tidak dapat secara langsung diukur, oleh karena itu iya masih harus didefenisikan secara operasional sehingga dengan operasionalisasi definisi tersebut faktor atau variabel laten tersebut dapat dimengerti atau dapat dirasakan dan diamati. Misalnya konstuk manajemen yang disebut minat beli-kontruk ini tidak seketika dapat teramati oleh karena itu kita harus mengamati terlebih dahulu “gelagat-gelagat” nyata yang kemudian “gelagat-gelagat itu” menuntun kita untuk memahami ada tidaknya minat membeli.

Ambilah sebuah contoh konsep minat beli dimaknai sebagai yang disajikan dalam gambar berikut ini:

Gambar: Makna Konsep Minat Beli

Dalam perkembangannya, dari berbagai pengujian empiris yang dilakukan konsep minat beli itu akhirnya bermuara pada sebuah pemaknaan yang lebih spesifik dimana minat referensial lebih memiliki makna sebagai minat beli ulang atau loyalitas pembelian, oleh karena itu dikeluarkan dari makna konsep di atas, sehingga penamaan konsep minat beli saya sebut sebagai Konsep ETP Minat Beli dengan pemaknaan baru seperti yang disajikan di bawah ini:

Gambar: Konsep ETP Minat Beli

Secara sederhana dapat dipahami bahwa pengamatan kita terhadap perilaku seseorang yang berkali-kali menanyakan sesuatu produk, atau berlama-lama bahkan bersikeras menawar harga suatu produk, bersikeras tidak ingin mengambil pilihan yang dari minat membeli. oleh karena itu elemen ETP-elemen eksploratif, elemen transaksional dan elemen preferensial merupakan indikator yang mendefinisikan konstruk laten Minat Beli.

Berdasarkan konsep ETP Minat Beli di atas, seorang peneliti dapat mengembangkan lebih empiris konsep itu dalam penelitiannya misalnya dengan mengajukan indikator seperti yang disajikan melalui software SEM AMOS berikut ini:

Gambar: Memahami Makna Variabel

Seperti terlihat dalam gambar di atas, minat membeli kita sebut sebagai variabel laten, sedangkan ketiga variabel di sebelah kiri yang memberikan indikasi mengenai adanya variabel laten tersebut, dinamakan variabel manifes atau variabel terobsesi, dimana dalam model SEM variabel-variabel itu disebut juga sebagai variabel indikator.

demikian tadi penjelasan tentang Variabel Laten dan Variabel Terobservasi, semoga bermanfaat ya guys!

Sumber: Prof. Augusty Ferdinand, DBA

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *